Asal Filosofi Sains Moderen: Logical Positivism sebagai Pergerakan Politis (anti Tuhan?)[Bagian 1]

Filosofi sains moderen- yang merupakan mainstream filosofi saat ini- berkembang dari suatu aliran pemikiran yang disebut dengan Logical Positivism. Logical Positivism yang merupakan istilah yang dilahirkan oleh Blumberg dan Feigl pada tahun 1931, dilahirkan oleh sekelompok akademisi yang bergabung dalam The Vienna Circle (Wiener Kreis). Anggota kelompok ini cukup beragam yaitu dari fisikawan, sejarawan, sosiolog, ekonom, matematikawan, dll. Perlu dicatat bahwa Logical Positivism berbeda dari Positivisme nya August Comte (1798-1857).  Kita akan melihat bahwa Logical Positivism berevolusi sebagian besar karena pergerakan politis, di mana saat ia akhirnya lebur dan berubah bentuk karena munculnya Nazi Ansclub pada tahun 1938, aliran ini semakin matang dengan nama Logical Empiricism.

Anggota Vienna Circle dikenal menolak dengan tegas dan bereaksi keras atas atmosfir pemikiran “idealis, romantis, dan irasional” Jerman (Frankfurt school paling aktif dalam pergerakannya pada tahun 1930-1944). Tujuan mereka yang utama adalah mengeliminasi elemen ideologis dan metafisik dari sains dan budaya.  Program pertama mereka adalah meletakkan fondasi ilmu di atas pengalaman berbasis observasi dan percobaan (eksperimen).

Jadi penganut logical positivisme menolak segala sesuatu yang bersifat “Entelechies” atau/dan “Absolute”.  Saya jelaskan dulu apa arti keduanya.

Entelechies adalah istilah yang digunakan Biologis Jerman bernama Hans Driesch untuk menjelaskan semua proses biologi yang tidak mampu dijelaskan.  The Absolute di sisi lain, adalah keberadaan metafisika tertinggi- yaitu Tuhan (tentu saja!).  Menurut Karl Popper (1972), hal ini pada akhirnya memusnahkan alam itu sendiri- karena terlalu banyak yang tidak bisa dijelaskan oleh manusia tentang asal muasal alam:

“Positivist, in  their anxiety to annihilate metaphysics, annihilate natural science along with it”

Bagi para anggota Vienna Circle, semua fondasi keilmuan harus tergabung dalam satu metode (Einheitswissenchaft) yaitu analisis berbasis metode logis.

Jadi, pergerakan Logical Postivism merupakan pergerakan politis untuk menghadapi German Idealism yang mereka sebut sebagai Antiscience Movement.  Sedemikian kuat pertentangan keilmuan pada saat itu, sehingga pada tahun 1936, pemimpin Vienna Circle yang bernama Moritz Schlick dibunuh.  Bahkan press Austria menyebutkan bahwa Logical Positivist layak mati.  Pemikiran Logical Positivist dilarang beredar di bawah Nazi. Para anggota Vienna Circle-pun melarikan diri ke Inggris dan USA.  Di sinilah Logical Positivism mengambil bentuk baru: Logical Empiricism.  Bentuk baru ini diakibatkan adanya adopsi filosofi analitis Anglo-American yang ternyata sesuai dengan pemikiran Logical Positivism.

Hukum Logical Empiricism terdiri dari 3 komponen:

(1) Logical term

(2) Mathematical Term

(3) Observation

Nah, kalau sudah memahami apa asumsi dasar logical positivism apakah masih bisa mengklaim bahwa dengan penggunaan metode ini berarti tidak menegasikan Tuhan?

Berlanjut…(insyaAllah)

🙂

 

 

 

This entry was posted in Miscellaneous, Pemikiran/Filosofi Akuntansi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*