Category Archives: Manajemen Keuangan Syariah

Buku Induk Ekonomi Islam

Pemikiran Muhammad Baqir Ash Shadr merupakan satu rujukan Ekonomi Islam di dunia.  Buku ini membahas tentang doktrin ekonomi, perbedaan ekonomi Islam dan ekonomi kapitalis, komunis, dan sosialis.

Buku ini juga mengulas tentang Teori Produksi dan peran negara dalam ekonomi Islam.  Beberapa buku ekonomi Islam selalu membahas pentingnya peran negara.  Jadi, jika dikaitkan dengan kapitalisme/neo-liberalisme yang mereduksi peran negara, tentu jelas bahwa ekonomi kapitalis tidak sejalan dengan nilai Islam.  Seharusnya nggak boleh ada itu yang namanya spiritual/religious capitalism.

Selamat membaca…

IQTISADUNA1-2

Posted in Manajemen Keuangan Syariah, Perkuliahan S2 | Tagged , | Leave a comment

Perlunya memahami Ushl Al Fiqih dan Fiqih dalam Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Islam

Ada perbedaan mendasar antara fiqh dan ushl al fiqih.  Ushl al Fiqih adalah sains tentang sumber dan metodologi dari hukum (Al Quran dan As Sunnah).  Metodologi ushl al Fiqih biasanya termasuk penalaran (qiyas), preferensi hukum (istishan), serta aturan-aturan interpretasi dan deduksi.

Jadi Fiqh lebih ke arah pengetahuan and aturan rinci tentang hukum Islam.  Sedangkan ushl al fiqih lebih ke arah metode bagaimana aturan-aturan tersebut diturunkan dari sumber-sumber utama.

Pemahaman tentang metode menjadi sangat penting karena hal ini menyangkut pemahaman tentang cara pandang tekstual dan kontekstual.  Semua ilmu termasuk Ekonomi Islam, Manajemen Keuangan Islam seyogyanya bertumpu pada fiqih dan ushl al fiqih yang melandasinya.

Berikut adalah acuan beberapa sumber rujukan.

Principles of Islamic Jurisprudence

the 7th international conference in islamic economics

 

Posted in Manajemen Keuangan Syariah, Perkuliahan S2 | Tagged , | Leave a comment

Bahan bacaan tambahan untuk Manajemen Keuangan Syariah

Apa tujuan manajemen keuangan?  Apa beda tujuan manajemen keuangan dengan manajemen keuangan syariah?  Konsekuensi peggunaan ‘label’ syariah sebenarnya tidak sekadar konsekuensi “normatif”, namun yang perlu diperhatikan adalah konsekuensi substantif.  Apa sebenarnya yang diinginkan Allah SWT melalui Islam kepada umatnya?  Jika Islam dipandang sebagai rahmatan lil alamin, apakah kemudian tidak demikian pula dengan tujuan ilmu-ilmu yang kita kembangkan dan pelajari?

Dapatkah kita bergerak dari manajemen keuangan “kapitalis” yang bertumpu pada “self” menuju manajemen keuangan bersubstansi nilai Islam yang bertumpu pada well being of ummah instead of self?

Salah satu buku yang dapat kita telaah secara kritis bersama bisa anda unduh di sini 🙂

Islamic Risk Management

 

 

Posted in Manajemen Keuangan Syariah | Leave a comment