Category Archives: Uncategorized

SAP Financial Statement Analysis

Please make sure, you come to the class well prepared

🙂

2015_Sesi 1_FSA

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Akuntansi yang melahirkan ideologi Kapitalisme

Jika selama ini dipahami bahwa ekonomi disokong oleh akuntansi, maka argumen lain menjelaskan bahwa justru akuntansi-lah yang melahirkan kapitalisme. Artikel yang ditulis Chiapello (2007) secara gamblang menjelaskan pemikiran Sombart, Weber, serta kritikan atas pemikiran mereka.  Bagaimana akuntansi melahirkan kapitalisme? Jawabannya melalui Double Entry Bookkeeping (DEB):

  •  Keeping accounts encouraged order and clarity
  •  The idea of accumulation also developed thanks to DEB
  •  Rationalisation of commerce became possible. DEB reflects the “close cohesion between the reign of the principal of accumulation, and the trend towards rationalisation”, both being founded on “codification of the business world into figures
  •  DEB created a “system of concepts”, including “those that are familiar to us because we use them to understand the world of the capitalistic economy
  •  DEB’s contribution to the separation of the business and its owner. “The existence of the capitalist enterprise”, he says, “must be considered as the organisation of production in such as way as to free each undertaking from its owner (…) it must be acknowledged that accounting has contributed significantly to this emancipation.”

Kalau DEB merupakan cikal bakal kelahiran kapitalisme, bagaimana dengan akuntansi syariah yang masih menggunakan DEB?

Unduh:

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Syllabus and Materials for Weeks 1-2

Please prepare presentations based on the syllabus… see you in class in sya Allah…

14_SAP_Organisation Theory

ch01-110204043930-phpapp02

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Protected: Silabus Riset Akuntansi Posmoderen 2014/2015

This content is password protected. To view it please enter your password below:

More Galleries | Enter your password to view comments.

Rekapitulasi Nilai sebelum UAS (kelas CF)

Salam,

Berikut saya sampaikan nilai sebelum UAS.  Masih ada kesempatan memperbaiki diri…

Semangat!!!

2014_nilaiCF

Posted in Etika Bisnis dan Profesi, Perkuliahan S1, Uncategorized | Leave a comment

Protected: Artikel-artikel untuk Riset Akuntansi Posmoderen (Updated)

This content is password protected. To view it please enter your password below:

More Galleries | Enter your password to view comments.

Protected: Materi Sesi 1 dan 2 Akuntansi Internasional

There is no excerpt because this is a protected post.

Posted in Akuntansi Internasional, Uncategorized | Enter your password to view comments.

Protected: Implikasi Posmodernisme pada Riset Akuntansi

There is no excerpt because this is a protected post.

Posted in Perkuliahan S3, Riset Akuntansi Posmoderen, Uncategorized | Enter your password to view comments.

Buku Rujukan Etika Akuntansi (ternyata) Membenarkan SELF INTEREST :)

Seperti biasa, sebelum perkuliahan esok hari, selalu ada persiapan yang dilakukan sebagai dosen yang baik… (harusnya mahasiswa juga gitu yah..)

Saya membuka kembali beberapa buku yang sudah pernah saya baca.  Salah satu buku rujukan wajib (menurut lembaga profesi) adalah Duska dan Duska (2003) yang berjudul “Accounting Ethics”.   Mungkin dulu saya membacanya sekadar men-scan, mengingat saya hanya memetakan kesamaan pembahasan teori etika dengan buku lain… toh secara normatif, saya sudah mempelajari teori-teori etika tersebut.  By definition- it’s clear. 🙂

Entah mengapa, kali ini saya tertarik untuk menelusuri kata demi kata.  Saya sampai pada halaman 47-51 dan mendapatkan kutipan sebagai berikut:

“Self interested pursuits are not bad, they are good.  It is healthy if everyone  pursues their interest… Even if the psychological egoists call that “selfish behaviour”, it’s the kind of behaviour we want… Justifies that appeal by predicting that in the long run it will benefit society”

Ini menjelaskan bahwa self interest adalah benar.  Self interest membantu ekonomi  (KAPITALIS) in the long run.

Saya jadi berpikir… mungkin salah satu kegagalan pendidikan etika akuntansi adalah karena ia dibangun berdasarkan asumsi human nature yang serupa dengan bangunan akuntansi itu sendiri.  Bukankah  Jensen (1994:44) menjelaskan bahwa “ the central position of agency theory is that rational self interested people always have incentives to reduce the losses these conflicts engender”.  Hal ini senada dengan Positive Accounting Theory nya  Watts and Zimmerman (1986:3) yang menjelaskan:

“We assume that all these various parties in selecting or recommending accounting and auditing procedures act so as to maximize their own welfare (i.e. their expected utility). To make a decision on accounting reports, individuals want to know how the alternative reporting methods affect their welfare.”

Kalau mau dirunut kembali, ini bisa jadi diakibatkan metode pembangunan ilmu (termasuk etika) yang membenarkan apa yang terjadi pada praktik alias membangun ilmu berdasarkan pragmatisme empiris generalis.

Katakan saja, memang benar adanya bahwa pada praktiknya, ternyata banyak terjadi korupsi di suatu wilayah.  Berdasarkan penelitian pada wilayah tersebut, dengan melakukan pengambilan sampel untuk menggeneralisir hasil ditemukan bahwa mereka melakukan hal tersebut untuk maksimalisasi kekayaan.  Jadilah pernyataan tersebut “kebenaran” karena secara empiris benar.

Pernyataan tersebut menjadi “teori” yang lalu difalsifikasi dan berdasarkan hasil empiris generalis dinyatakan benar, dst, dst…

Pertanyaan besarnya tentu saja: apakah kita hendak menerima kebenaran pragmatis empiris generalis, atau hendak menengok “teori” yang menawarkan “kebenaran” lain?  Kuntowijoyo (200611) menjelaskan bahwa teori adalah:

™“Konstruksi pengetahuan yang memungkinkan kita untuk memahami realitas sebagaimana Al Quran memahaminya.  Konstruksi pengetahuan itu dibangun oleh Al Quran pertama-tama dengan tujuan agar kita memiliki hikmah atas dasar itu dibentuk perilaku yang sejalan dengan nilai-nilai normatif Al Quran, baik pada level moral maupun pada level sosial”

Kalau ngikut yang ini, harusnya ilmu ndak sekadar dibangun dari pragmatis generalis.. namun mengonfirmasi kebenaran wahyu.

Jadi… kembali ke buku Etika Akuntansi sebagai “kebenaran” yang ditransfer kepada mahasiswa tadi (termasuk kebenaran SEF INTEREST), dapat disimpulkan bahwa ia merupakan buku etika yang mungkin bisa dikatakan hasil dari pembangunan ilmu  “pragmatis empiris generalis” …

Kalau memang demikian bagaimana mungkin akuntansi dapat menyelesaikan masalah etisnya? 🙂  Atau mungkin ini memang buku Etika Akuntan Kapitalis ya…

Wallahu ‘alam bisshawab

 
Posted in Uncategorized | Tagged | 1 Comment