Tag Archives: Keindahan

Terpenjara dalam Konsep Keindahan (termasuk Pendidikan Akuntansi)

Bukankah kita seringkali terpenjara dengan konsep keindahan?

Maksud saya begini… Kalau anda berpikir bahwa indah itu harus berkulit putih, maka semua tindakan anda akan menuju ke pencapaian kulit putih.  Pakai losion, tabir surya, bedak, dll.

Kalau anda berpikir indah itu harus langsing, maka anda akan melakukan diet.

Kalau anda berpikir indah itu harus bermata biru, maka anda akan pakai kontak lens biru.

Bagaimana dengan pendidikan Akuntansi. Apakah ada konsep keindahan yang menjebak?  Ternyata ada!

Pendidikan akuntansi harus menjamin bahwa akuntansi itu tetap obyektif.  Pendidikan akuntansi harus menjamin bahwa penguasa dapat memperoleh kepentingannya secara terus menerus. Inilah penjara keindahan Pendidikan Akuntansi.

Artikel berikut ini dipresentasikan di SNA Aceh dan dimuat dalam The Indonesian Journal of Accounting Research, Vol 14 no 3 2012 (hal 273-295). (http://jrai-iai.org/home/index.php/catalog/articles/324-exploring-the-presence-of-beauty-cage-in-accounting-education-evidence-from-indonesia

Silakan disimak di http://jrai-iai.org/home/index.php/catalog/articles/324-exploring-the-presence-of-beauty-cage-in-accounting-education-evidence-from-indonesia  🙂

ijar14-3

Posted in Pendidikan Akuntansi, Publikasi Saya, Riset Akuntansi Non Positif | Tagged , , | Leave a comment