Tag Archives: Pendidikan Akuntansi

Di mana “Akuntansi”nya Pendidikan Akuntansi?

Sering terjadi orang menanyakan pada saya apakah pendidikan akuntansi adalah akuntansi?

Saya tidak segera menjawab…

Sebaliknya, saya akan balik bertanya, apakah Sistem Informasi Akuntansi adalah akuntansi? Apakah Akuntansi Keprilakuan adalah akuntansi? Apakah Fraud Accounting adalah akuntansi?

Perlu suatu penjelasan tentang apa yang disebut akuntansi… dan sejujurnya, semakin saya mempelajari akuntansi, semakin tidak paham saya akan apa yang disebut akuntansi.  Saya pikir, seharusnya memang demikian… semakin banyak tahu bahwa begitu banyak yang kita tidak ketahui adalah kata kunci menjaga keredahan hati.

Satu hal yang perlu kembali dijawab adalah di mana akuntansinya?

Akuntansi “orthodox”  🙂 didefinisikan sebagai teknik pencatatan, pengalokasian..bla bla bla… hingga penyajian laporan keuangan. Namun “teknik” tidak tiba-tiba mengada.  Sebelum teknik, ada pemikiran serta nilai yang melandasi mengapa teknik tersebut dilakukan.

Metaforanya begini… ada praktik sunat, yang dilandasi oleh kepercayaan bahwa selain untuk kesehatan, praktik sunat memiliki nilai ‘iman” karena mengikuti sunah nabi.

Demikian pula akuntansi. Jika nilai yang melandasi akuntansi dipertanyakan kembali dan akhirnya menghasilkan akuntansi yang berbeda hingga pada tataran praktik, maka eksplorasi nilai akuntansi adalah akuntansi.  Misalnya… Laporan L/R adalah hasil praktik yang dilandasi oleh “iman” bahwa laba adalah penting.  Beda lagi dengan  Tripple Bottom Line nya Elkington … ada nilai yang diimani yang berbeda.

Pendidikan akuntansi, jika mempertanyakan nilai dari apa yang diajarkan, yang tercermin salah satunya dari bagaimana mengajarkan akuntansi, adalah akuntansi.  Ini merupakan poin penting, karena pendidikan-lah yang menjadi alat doktrinasi- membentuk akuntan dengan karakter tertentu- apakah akuntan dengan mindset pragmatis/ mindset idealis;  akuntan pro stabilitas- status quo, ataukah akuntan kreatif, inovatif dan memiliki keberpihakan pada yang tertindas.  Pendidikan akuntansi dapat merubah akuntansi– maka pendidikan akuntansi tentu menjadi SANGAT akuntansi.  Yang demikian ini tidak bisa diserahkan begitu saja kepada mereka yang bergerak dan mempelajari ilmu pendidikan saja, namun mereka yang lebih memahami nilai-nilai  yang melandasi akuntansi (i.e. ber-background ilmu akuntansi).

So… accounting education is Accounting…but only, when the accounting education discourse touches the VALUES underlying accounting.

Jadi, kalau suatu saat, apa yang anda yang sedang teliti dipertanyakan di mana akuntansinya… mungkin bisa dijawab dengan cara serupa melalui “nilai”  akuntansi…

Nah… kalau itu masih kurang… saya lampirkan abstrak dari disertasi salah satu Guru Besar Akuntansi yang disegani… Prof. Katjep Abdoelkadir tentang pendidikan akuntansi (atau akuntansi?).  🙂

Abstrak Katjep KA

(maaf tidak bisa dilampirkan utuh karena terlalu besar, jika anda membutuhkan versi aslinya, bisa saya kirim melalui surel)

 

Posted in Pendidikan Akuntansi | Tagged | 1 Comment

Rekonstruksi Filosofi Pendidikan Akuntansi

Apakah pendidikan akuntansi memiliki filosofi?  Tentu saja ya…

Filosofi adalah asumsi mendasar tentang ilmu.  Esensinya meliputi kajian keberadaan (ontologi), kajian mendapatkan kebenaran atas keberadaan (epistemologi), hingga kegunaan ilmu.

Nah, pendidikan memiliki beragam cabang filosofi: perenialisme, rasionalisme, pragmatisme, dll.  Tulisan ini merupakan suatu konstruksi filosofi pendidikan akuntansi yang berbeda dengan filosofi pragmatisme yang biasanya digunakan.

Dipresentasikan di Australia 2012 lalu, saya persilakan anda mengunduh…

2012_WJSS_Kamayanti et al

Posted in Pendidikan Akuntansi, Publikasi Saya | Tagged | Leave a comment

Prosiding “Sustainability in Business Education”, Thailand 2009

In early 2008, the Network for Promoting Sustainability in Postgraduate Education & Research (ProSPER.Net), an initiative of United Nations University’s Institute of Advanced Study (UNUIAS), sponsored by the Japanese Ministry of Environment, decided to fund a project on “Integrating Sustainable Development in Business Curricula”. This initiative quickly developed into a consortium of five regional universities, led by Asian Institute of Technology, Thailand, involving Shinshu University, Japan, Universitas Gadjah Mada (UGM), Indonesia, Yonsei University, Korea, and Universiti Sains Malaysia. The overall objective of the project was to establish a consortium of regional Universities and Institutions committed to restructuring their provision of business education so as to “mainstream” sustainability issues in their curricula, teaching and learning. It was intended that the initiative would have a positive and sustainable impact upon the provision of business education in the region.
The Symposium held at Asian Institute of Technology, Thailand, 4-5th June 2009, was an integral part of this ProSPER.Net research theme. It was structured so that members of the consortium could come together and share their ideas, research and experiences in a supportive and enjoyable setting. It was also intended that it would bring together stakeholders such as local companies and social businesses, so that they could network and share their needs and experiences. 82 people from 14 different countries participated in the event, and twenty people presented a paper or a talk.
Kami pernah turut meramaikan acara in.. silakan cek prosidingnya, dan moggo unduh artikel kami

https://sites.google.com/site/prospernet2009/proceedings

Posted in Pendidikan Akuntansi, Publikasi Saya, Riset Akuntansi Non Positif | Tagged , | Leave a comment

Terpenjara dalam Konsep Keindahan (termasuk Pendidikan Akuntansi)

Bukankah kita seringkali terpenjara dengan konsep keindahan?

Maksud saya begini… Kalau anda berpikir bahwa indah itu harus berkulit putih, maka semua tindakan anda akan menuju ke pencapaian kulit putih.  Pakai losion, tabir surya, bedak, dll.

Kalau anda berpikir indah itu harus langsing, maka anda akan melakukan diet.

Kalau anda berpikir indah itu harus bermata biru, maka anda akan pakai kontak lens biru.

Bagaimana dengan pendidikan Akuntansi. Apakah ada konsep keindahan yang menjebak?  Ternyata ada!

Pendidikan akuntansi harus menjamin bahwa akuntansi itu tetap obyektif.  Pendidikan akuntansi harus menjamin bahwa penguasa dapat memperoleh kepentingannya secara terus menerus. Inilah penjara keindahan Pendidikan Akuntansi.

Artikel berikut ini dipresentasikan di SNA Aceh dan dimuat dalam The Indonesian Journal of Accounting Research, Vol 14 no 3 2012 (hal 273-295). (http://jrai-iai.org/home/index.php/catalog/articles/324-exploring-the-presence-of-beauty-cage-in-accounting-education-evidence-from-indonesia

Silakan disimak di http://jrai-iai.org/home/index.php/catalog/articles/324-exploring-the-presence-of-beauty-cage-in-accounting-education-evidence-from-indonesia  🙂

ijar14-3

Posted in Pendidikan Akuntansi, Publikasi Saya, Riset Akuntansi Non Positif | Tagged , , | Leave a comment