Blog Archives

Materi Kuliah Tamu Penelitian Kualitatif di STIE PERBANAS 2015

Salam,

Alhamdulilah, kali kesekian dipercaya untuk berbagi tentang penelitian kualitatif.  Kali ini di STIE PERBANAS Surabaya. Sila unduh, semoga bermanfaat.

2015_Penelitian Kualitatif_STIE PERBANAS

More Galleries | 2 Comments

Protected: Silabus Riset Akuntansi Posmoderen 2014/2015

This content is password protected. To view it please enter your password below:

More Galleries | Enter your password to view comments.

Saat kita mereduksi Tuhan…

This gallery contains 1 photo.

Ada suatu trend baru dalam kehidupan saya akhir-akhir ini…khususnya pada bulan Ramadhan.

Saat ia datang, saya tidak terlampau bahagia… biasa saja…

Saat ia beranjak, saya juga tidak terlampau sedih… biasa saja…

Awalnya, saya merasa bahwa ini adalah suatu fase kemunduran dalam kehidupan spiritual saya.  Betapa tidak, dahulu begitu puasa Ramadhan dimulai, rasanya target-target sudah ditetapkan. Mengaji Al Quran harus khatam 1 bulan (karena sebelumnya tidak).  Sholat sunnah harus dilakukan, mulai sholat fajar, sholat dhuha, sholat tarawih, sholat tahajud, sholat witir, dan lain-lain.  Nafsu ibadah tiba-tiba melonjak 1000 persen.  Begitu pula saat Ramadhan menghilang.  Dulu, rasanya sedih luar biasa.  Hilang sudah kesempatan mendulang pahala berlimpah, dan menghapus dosa yang menimbun.  Timbul penyesalan yang dalam mengapa tidak lebih baik melakukan hal-hal yang seharusnya bisa dilakukan pada Ramadhan.  Timbul penyesalan bahwa saya sudah menyia-nyiakan Ramadhan.

Namun, tidak kali ini, beda sekarang.

Seperti yang tadi saya sampaikan, semua terasa biasa saja…

Lalu saya menyadari bahwa ini insyaAllah bukan kemunduran pada kehidupan spiritual saya.  Jika dulu saya begitu senang mendapatkan kesempatan mencari pahala dan menghilangkan dosa, itu karena saya jauh dari Tuhan (bukan hak saya pula untuk mengatakan kini dekat. Saya hanya berbaik sangka: bukankah Tuhan adalah sebagaimana prasangka hambaNYA?). Dulu saya menganut paham keterpisahan antara Tuhan dan dunia.  Ramadhan dulu menjadi jalan kepada Tuhan, karena dunia begitu jauh dari Tuhan.  Sehingga saat ia datang, saya diliputi kegembiraan luar biasa, dan saat ia pergi, saya sedih luar biasa.

Namun sekarang, saya sadar bahwa Tuhan tidak terpisah dari dunia saya.  Tidak satu haripun saya tidak berbicara tentang Tuhan. Sebagai dosen, tidak satu haripun saya tidak memperjuangkan kesatuan Tuhan dan ilmu (akuntansi).  Setiap hari adalah untuk Tuhan. Insya Allah. Ini bukan bermaksud takabur atau riya’… Sebagai manusia saya sadar bahwa banyak yang harus diperbaiki… Namun kesadaran semacam ini memberi kesan berbeda tentang Ramadhan.

Mungkin karena itu Ramadhan bagi saya adalah berkah, bukan kebahagiaan luar biasa… karena setiap hari sudah luar biasa untuk saya…

Euforia lampau itu  juga diakibatkan keyakinan saya bahwa Tuhan memberikan berlipat-lipat pahala pada Ramadhan (tidak seperti bulan-bulan lain).

Astaghfirullah, bukankah keyakinan saya terakhir tadi telah mereduksi kekuasaan Tuhan.  Apa hak kita untuk mengatakan Tuhan akan memberikan lebih banyak pahala di Ramadhan dibanding di bulan lain?  Bukan kah itu hak prerogatif Tuhan?  Suka-suka Ia mau memberi berapa banyak rahmat dan ampunan kapan dan di mana.  Apakah hanya doa di Ramadhan yang diijabahi? Apakah hanya di Multazam, Roudhoh, Mekah?  Bukankah hak Tuhan untuk mengijabahi doa hambaNya di Malang, atau lokalisasi sekalipun?  Ingatkah kita kisah pelacur yang masuk syurga karena memberi minum seekor anjing?  Rahman dan rahimNya yang tak berbatas tidak bisa dibatasi oleh Ramadhan.

Bukan berarti Ramadhan tidak perlu disambut.  Dalam kebiasaannya, Ramadhan dan ritualnya secara luar biasa mampu merekatkan hubungan antara keluarga, tetangga, dan rekan.  Ramadhan memberi kesempatan bagi kita yang belum seimbang- untuk menyeimbangkan kembali kehidupan kita untuk tidak lagi berat sebelah pada dunia, tetapi pada akhirat.  Dunia adalah jalan menuju bagi akhirat.

Entahlah… mungkin saya salah 🙂

Terlepas dari itu, gema takbir selalu mampu membuat kulit dan hati bergetar…

bacaan teks takbirhari raya lengkap

Semoga kita menjadi manusia-manusia yang tidak gemar mereduksi Tuhan…. Amiiiin…

Mohon maaf lahir batin, jika pembaca tidak berkenan membaca tulisan hasil refleksi diri ini… Selamat hari raya Idul Fitri 1435H.

Malam takbiran, 27 Juli 2014, 20:44 WIB

More Galleries | Leave a comment

Protected: Artikel-artikel untuk Riset Akuntansi Posmoderen (Updated)

This content is password protected. To view it please enter your password below:

More Galleries | Enter your password to view comments.

Keragaman Pemaknaan Murabahah

This gallery contains 1 photo.

“Murabahah”  dapat dimaknai secara tekstual maupun kontekstual.  Terlepas bahwa secara normatif, murabahah diartikan sebagai: “akad jual beli barang dengan harga
jual sebesar biaya perolehan ditambah keuntungan yang disepakati dan penjual harus mengungkapkan biaya perolehan barang tersebut kepada pembeli” sebagaimana disebutkan dalam PSAK 102, namun interpretasi murabahah ternyata bisa beragam.

Keragaman interpretasi ini terjadi karena perbedaan kesadaran yang dimiliki pelaksana/pelaku/aktor yang menggunakan murabahah diakibatkan oleh berbagai pengalaman dan budaya yang mereka alami.

Hermeneutika intensionalisme (jika dipagari dengan abstraksi pemaknaan melalui Al Quran dan Hadis) dapat membantu merumuskan makna murabahah yang berbeda secara normatif, namun makna yang diamini secara empiris.

Tulisan ini adalah bagian tesis dari Lies Ernawati yang telah dipublikasikan pada Ekuitas Desember 2012 (hal 433-456).

Silakan dibaca… 🙂

 

 

2012_Ekuitas 2012_Ekuitas_Murabahah

More Galleries | Leave a comment

Protected: Me(re)definisikan Postmodernisme

This content is password protected. To view it please enter your password below:

More Galleries | Enter your password to view comments.

Buka Jasa analisis DATA KUALITATIF menggunakan FENOMENOLOGI, HERMENEUTIKA, dan ETNOGRAFI dengan HARGA MURAH (Bag 1)

This gallery contains 1 photo.

Pada saat menuju ruang kuliah beberapa hari lalu, saya tertegun di depan papan pengumuman.  Sebuah usaha jasa statistik menawarkan jasa proses dan analisa statistik dengan harga yang paling murah.  Jadi kalau anda punya data penelitian, tinggal panggil jasa ini dan mereka akan memproses hingga menganalisa data anda menjadi hasil penelitian.

Saya jadi mikir…. kalau misalnya saya bikin iklan seperti judul tulisan ini bagaimana ya?  Apakah mungkin ada “pasar” mengingat penelitian kualitatif sedang naik daun?

Hehehe…

Penelitian kualitatif yang bersifat induktif tentu juga memiliki data primer yang luar biasa kaya.  Beberapa bentuk data antara lain hasil wawancara, observasi, fotografi (mungkin), dan dokumentasi.  Tidak jarang peneliti mengalami kebingungan mau diapakan data sekian banyak?

Argumen jasa statistik di atas tentu dapat “dibenarkan” karena memang penelitian positif yang deduktif kuantitatif bersifat obyektif.  SPSS, AMOS, LISREL semua hanya alat sehingga siapapun yang mengoperasikan, akan mendapatkan hasil olahan data yang sama.

Apakah argumen serupa dapat digunakan untuk penelitian kualitatif?  Apakah Fenomenologi, Hermeneutika, Etnografi dll hanya alat?

Jika ya… saya akan buka jasa serupa. 🙂

More Galleries | Leave a comment

Skrip Drama “Akuntansi Indonesia… Merdekalah!!!”

Drama ini dipentaskan oleh EGO di acara The 4th Ub International Consortium on Accounting November 2012.  Alhamdulillah yang menyaksikan dari berbagai negara: Australia, Malaysia, dll.

Silakan diunduh…

Monggo jika dipentaskan kembali, namun mohon informasikan kepada kami ya…

Drama akuntansi 4icon: Akuntansi Indonesia… Merdekalah!!!

More Galleries | 4 Comments

Skrip Drama “Menyan Pembebas”

Menyan…

Kalau kita mendengar kata ini, biasanya langsung identik dengan ritual pemanggilan setan/jin.  Ini merupakan persepsi yang seringkali “memenjara”.  Ada apa dengan menyan (A2DM)?

Apakah ada nilai kearifan “lokal, spiritual, relijius” yang dapat digunakan untuk membongkar penjara “modernitas”?

Drama komedi satir ini disajikan oleh EGO pada tanggal 23 Januari 2014 di acara Accounting Research Training Series 5 Paradigma Kritis.  Versi You Tube nya akan segera diunggah…

Monggo diunduh… kalau mau dipentaskan lagi silakan (jangan lupa kontak kami untuk ijin ya…).  Tidak minta royalti kok– tapi kalau dikasih ya Alhamdulillah :).  Intinya, kami hanya ingin ada track record berapa kali dipentaskan.

Skrip Drama “Menyan Pembebas”

More Galleries | Leave a comment

Penggunaan Teori Kritis Tjoet Njak Dhien dalam Riset Akuntansi

Artikel ini menelaah tumbuhnya Feminisme sebagai reaksi atas dominasi laki-laki atas perempuan. Dengan membandingkan teori kritis ‘laki-laki’ dengan feminisme ditemukan kesamaan karakter maskulinitas.  Karakter Feminisme Barat dalam keragamannya (Liberal, Radikal, Marxis/Sosialis, dan Posmoderen) sarat dengan tujuan penggulingan opresi laki-laki terhadap perempuan tanpa mengindahkan religiusitas.  Artikel ini menjelaskan keunggulan ‘Non-Feminis’ Indonesia dari Aceh, Tjoet Njak Dhien, yang mampu menawarkan pembebasan dan perubahan dengan fitrah perempuan Islam. Gaya hidup serta perjuangannya menjadi intisari Teori Kritis Tjoet Njak Dhien yang diturunkan ke dalam metodologi untuk riset akuntansi kritis.

Diterbitkan di JAMAL Vol 4 No 3, Desember 2013 (www.jamal.ub.ac.id)

13_4_3_Tjoet Njak Dhien

 

More Galleries | Leave a comment